Uncategorized

REVIEW JURNAL EFEKTIFITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP TINGKAT PARTISIPASI BELAJAR PADA MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN KEHAMILAN PADA PROGRAM DIPLOMA

Abstrak

Asuhan kebidanan kehamilan merupakan mata kuliah pendidikan kesehatan dalam hal ini
kebidanan agar mendapatkan hasil yang optimal diperlukan model pembelajaran yang inovatif, salah satunya adalah Problem based learning. Maka dari itu peneliti ingin menganalisa efektifitas. Model Problem Based Learning dalam pembelajaran Asuhan Kebidanan Kehamilan pada Program Diploma. Penelitian ini dilakukan di STIKes Patria Husada Blitar, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari–8 Maret 2013. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, True experimental. Populasi dan Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester III sejumlah 38 mahasiswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok yang dipilih secara random. Kelompok Problem Based Learning (perlakuan) 20 orang dibagi menjadi 4 kelompok
satu kelompok 5 orang. Variabel independent Problem Based Learning, Variabel dependent partisipasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan Terdapat pengaruh yang signifikan antara pre dan post test pada hasil partisipasi belajar. Semakin hari, ragam masalah yang dihadapi seseorang semakin meningkat, dan persaingan untuk memperoleh sesuatu juga semakin ketat. Tuntutan dan tantangan di dunia kerja khususnya kesehatan terus berubah. Dalam hal ini, perubahan dalam suatu system pendidikan kesehatan harus dilakukan agar kita dapat berubah menjadi lebih baik. Dosen disini sangat berperan penting dalam perubahan, salah satu perubahan yang dapat dilakukan oleh dosen yaitu perubahan dalam proses pembelajaran. Asuhan kebidanan kehamilan merupakan mata kuliah pendidikan kesehatan dalam hal ini kebidanan. Dari mata kuliah Asuhan kebidanan kehamilan mahasiswa di harapkan mendapatkan hasil pembelajaran yang optimal. Dosen memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Diantaranya dosen harus kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran yang dilakukan.

Selama ini, metode yang digunakan dosen dalam proses pembelajaran asuhan kehamilan selain metode konvensional yang berpusat pada dosen juga ada beberapa metode yang berpusat pada mahasiswa diantaranya adalah metode diskusi dalam kelas. Metode diskusi ini dilakukan oleh kelompok yang dipresentasikan di depan kelas. STIKes Patria Husada merupakan salah satu Institusi kesehatan di kabupaten blitar. Berdasarkan pengamatan di kelas, khususnya tingkat 2 semester IIIdapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan
yang terjadi. Permasalahan-permasalahan tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut: masih rendah nya nilai ujian asuhan kebidanan kehamilan, khusus nya materi pokok asuhan kehamilan. Pada tahun ajaran 2011/2012 batas tuntas untuk nilai asuhan kebidanan kehamilan adalah 75. Siswa yang mendapatkan nilai ujian 75 sebanyak 40% dan siswa yang mendapat nilai < 75 sebanyak 60%, kekurang tepatan metode yang dipilih dan diterapkan. Dalam pelaksanaan pembelajaran, dosen kurang memperhatikan proses pembelajaran tetapi lebih menekankan pada hasil akhir, kesulitan siswa dalam menyelesaikan soal
dan interaksi antar siswa dalam pembelajaran kurang. Model pembelajaran diskusi kelas mungkin bagus untuk mata kuliah asuhan kebidanan kehamilan. Tetapi di sini peneliti mencoba menggunakan model pembelajaran problem based learning yang dalam institusi pendidikan STIKes Patria Husada belum pernah dilakukan. Kalau proses belajar mengajar ini berjalan dengan baik partisipasi mahasiswa juga meningkat diharapkan hasil pembelajaran yang menjadi tujuan akhir pembelajaran tercapai dengan maksimal. Maka dari itu peneliti sendiri mencoba model pem- belajaran yang berbasis masalah yang nantinya dapat diaplikasikan ke dunia nyata khususnya bidang kese- hatan dalam hal ini asuhan kebidanan kehamilan.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di STIKes Patria Husada Blitar, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari–8 Maret 2014, Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, True experimental. Populasi dan Sampel pada penelitian ini adalah mahasiswa semester III sejumlah 38 mahasiswa, yang dibagi menjadi 2 kelompok yang dipilih secara random. Kelompok diskusi (kontrol) 18 orang, Kelompok Problem Based Learning (perlakuan) 20 orang dibagi menjadi 4 kelompok satu kelompok 5 orang. Variabel independent Problem Based Learning, Variabel dependent partisipasi belajar.

 

HASIL PENELITIAN
Tingkat Partisipasi mahasiswa pada model pembelajaran Problem based Learning (kelompok
perlakuan) pada mata kuliah asuhan kebidanan kehamilan. Hal ini menunjukkan bahwa hampir setengahnya partisipasi mahasiswa baik sekali. Tingkat Partisipasi mahasiswa pada model
pembelajaran Problem based Learning (kelompok kontrol) pada mata kuliah asuhan kebidanan
kehamilan. Dari hasil tabel di atas menunjukkan bahwa partisipasi dengan katagori ”kurang” sebanyak 9 responden dari 20 responden. Hasil penelitian analisis metode problem based
learning terhadap partisipasi belajar sebelum dan sudah.

 

PEMBAHASAN
Problem Based learning didasarkan pada adult Learning (pembelajaran orang dewasa) yaitu
pembelajaran berbasis masalah merupakan sebuah pendekatan pembelajaran yang menyajikan masalah kontekstual sehingga merangsang siswa untuk belajar, dalam hal ini memotivasi mahasiswa berpartisipasi dalam pembelajaran (Claire, et al., 2001). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode problem based learning menunjukkan kualitas penyampaian pendapat dalam mata kuliah asuhan kebidanan keha- milan memiliki kontribusi penyampaian pendapat yang sangat penting. Ini terlihat dari participation chart 20 orang mahasiswa ada 1 orang saja yang ragu dalam penyampaian pendapatnya. Banyak hal yang mempengaruhi partisipasi belajar siswa diantaranya adalah konsentrasi mahasiswa. Selain itu factor tehnik dari model pembelajaran itu sendiri. Dari data penelitian menunjukkan bagaimana proses mode pembelajaran yang dilakukan mempengaruhi partisipasi. Dalam Problem based learning didasarkan pada adult Learning (pembelajaran orang dewasa) yaitu aktif dalam memperkaya pengalaman dengan sumber belajar yang banyak, yang berpusat pada mahasiswa, yang mengakibatkan pembelajaran yang mendalam pada mahasiswa sehingga mahasiswa cenderung termotivasi. Sehingga meningkatkan partisipasi belajar mahasiswa dalam kerjasama
kelompok, mengemukakan pendapat, mengajukan pertanyaan, serta mengerjakan tugas/soal. Dalam kelompok problem based learning, dibagi menjadi tutor, ketua serta anggota kelompok. Dalam hal ini tugas tutor adalah merangsang, memotivasi anggota kelompok untuk berpikir kritis dan memperhatikan bukti. Ketua memimpin diskusi dan manajemen waktu.(Saptono, 2003; Karim, et al., 2007; Sudjana, 2004; Suradjiono, 2004). Keefektifan problem Based Learning juga ditunjang dengan data missal: responden Riski Dwia dari kelompok problem based learning partisipasinya baik sekali (dengan skor 5) dibandingkan dengan ST Widatul jannah yang memilki partisipasi Cukup (dengan skor 3). Meskipun ada beberapa data yang menunjukkan Veni Antikasari dari kelompok Problem Based Learning memilki partisipasi kurang (skor 2) sehingga, model Problem based learning lebih efektif dalam peningkatan partisipasi belajar.

SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Terdapat Perbedaan yang signifikan denganhasil uji beda (p:0,014) dengan tehnik uji Man Whitney antara partisipasi belajar mahasiswa meng-gunakan model problem based learning dengan diskusi kelompok kelas pada mata kuliah asuhan kebidanan kehamilan. Di mana model problem based learning tingkat partisipasi belajarnya lebih baik daripada diskusi kelompok kelas maka Problem Based Learning efektif terhadap peningkatan parti- sipasi belajar mahasiswa.

Saran
Dari penelitian yang dilakukan diharapkan penelitian yang ada ini dapat dikembangkan lebih
baik lagi untuk mengembangkan model pembela- jaran yang ada dan diharapkan dengan pengembangan dari peneliti lain dapat meningkatkan ke- mampuan para peserta didik dalam proses pembelajaran yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dan juga penelitian ini dapat disosialisasikan kepada dosen lain untuk dijadikan pilihan dalam penyampaikan mata kuliah.

DAFTAR RUJUKAN
Claire, M., Palmer. 2001. Assessing the Effectiveness of Problem Based Learning in Higher Education. Cambridge: Cambridge University Press. Saptono, R. 2003. Is Problem Based Learning (PBL) a Better Approach for Engginerring Education? CAFEO-21 (21st Conference of the Asian Fede- ration of Engginering Organisation). Yogyakarta 22–23 Oktober 2003.
Sudjana, D. 2004. Model Pembelajaran Pemecahan Masalah. Bandung: Lembaga Penelitian IKIP Bandung. Sudjana, N. 2005. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesirdo. Suradijono, S.H.R. 2004. Problem Based Learning Apa dan bagaimana Makalah  Seminar” Penumbuhan Inovasi Sistem Pembelajaran Pendekatan Problem Based Learning Berbasis ICT (Information & Communication Technology)” Yogyakarta: 15 Mei 2004. Tabel 3. Hasil Numerik pada Uji Man Whitney Model.

 

CATATAN : Review ini dibuat sebagai materi tugas teknologi dan informasi pada jurusan kebidanan di Sekolah tinggi ilmu kesehatan sukabumi .

Hyperlink ke website www.stikesmi.ac.id yang diampu oleh Geri Sugiran AS,STP hyperlink ke www.geri.my.id

 

Dhea Fresti Wulandari

Be humble

You may also like...